![]() |
| Ottoman Empire Army during World War I |
Yang membuat orang banyak heran dengan langkah Turki ini adalah karena Turki tidak punya masalah langsung dengan konflik Austria-Hungaria dengan Serbia dan Rusia sebagai pemicu perang.
Sebelumnya : Perang Jerman Melawan Rusia
Selain itu Turki pada abad ke-19 adalah negara agraris yang kalah dalam hal penguasaan tekhnologi. Benar bahwa kawasan pertanian Anatolia menjadi perlintasan militer namun bukan kawan pertempuran. Lagipula ekonomi Turki sedang dalam keadaan hancur. Sumber daya Turki sudah habis untuk biaya perang Balkan yang berlangsung pada 1912-1914 dimana Turki juga ikut terseret dalam konflik.
Selain masalah ekonomi alasan lain untuk mempertanyakan keterlibatan Turki dalam perang adalah lokasi Turki yang sangat jauh dari front pertempuran. Selama pemerintahan sipil Abdulhamit II memang pembangunan jaringan kereta api cukup baik tetapi jaringan jalan dan kereta api belum siap untuk berperang. Untuk diketahui, perang pada abad ke-19 sangat mengandalkan jaringan kereta untuk memobilisasi logistik perang. Butuh lebih dari sebulan untuk mencapai Suriah dan hampir dua bulan untuk mencapai Mesopotamia. Padahal umtuk ke perbatasan Rusia jalur kereta api hanya ada 60 km sebelah timur Ankara, dan dari sana masih 35 hari ke Erzurum.
Serangan Tuki ke Rusia
Kekaisaran Ottoman memulai aksi militer datang tiga bulan dalam keadaan netralitas formal. Masuknya Kerajaan Ottoman ke dalam Perang Dunia I dimulai ketika dua kapal (The Ottoman Navy) yang baru saja dibeli dari angkatan lautnya, yang masih diawaki oleh awak Jerman mereka, melakukan Serangan Laut Hitam, serangan mendadak terhadap pelabuhan-pelabuhan Rusia, pada tanggal 29 Oktober 1914.
![]() |
| Battlecruiser SMS Groeben |
![]() |
| Kleiner Kreuzer SMS Breslau |
The Ottoman Navy pada 29 Oktober 6:30 A.M. berhasil menghancurkan sebuah kapal perang Rusia di Pertempuran Odessa. Pada 31 Oktober 1914, Turki secara resmi menyatakan diri sebagai bagian dari aliansi Center Powers.
Setelah serangan mendadak itu pada 1 November 1914 Rusia menyatakan perang terhadap Ottoman. Konflik pertama dengan Rusia adalah Serangan Bergmann pada Pertempuran Kaukasus pada 2 November 1914.
Pada 2 November, Wazir Agung / Prime Minister Ottoman menyatakan penyesalan atas operasi Angkatan Laut kepada Rusia. Untuk diketahui keadaan politik Turki sangat kacau dengan banyaknya pejabat-pejabat boneka dari pihak Jerman yang disusupkan dalam struktur pemerintahan Turki. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Sazonov, menyatakan bahwa sudah terlambat dan Rusia menganggap serangan ini sebagai tindakan perang. Kabinet Ottoman menjelaskan dengan sia-sia.
Inggris adalah sekutu Rusia. Pada 3 November, duta besar Inggris meninggalkan Konstantinopel dan skuadron angkatan laut Inggris dari Dardanelles membombardir benteng pertahanan luar di Kum Kale di pantai Asia utara dan Seddülbahir di ujung selatan Semenanjung Gallipoli. Sebuah bom Inggris menghantam salah satu benteng pertahanan dan membunuh 86 tentara Turki.
Pada 5 November, sebelum Pemerintah Ottoman sempat merespon serangan Inggris, Inggris dan Prancis juga menyatakan perang terhadap Ottoman. Ottoman menyatakan Jihad (perang suci) akhir bulan itu. Dimulai dengan Kampanye Kaukasus dengan serangan melawan Rusia, untuk mendapatkan kembali bekas provinsi Ottoman. Dengan sambutan perang dari Ottoman ini maka Perang Mesopotamia resmi dimulai dengan diawali pendaratan Inggris di Basra. Inggris bersama Perancis menggandeng koloninya yaitu Australia dan India menyerbu Turki.
Alih-alih membalas langsung serangan aliansi Inggris, Turki malah menyerang Mesir (aliansi Inggris) dengan harapan agar memecah kekuatan dan konsentrasi pasukan Inggris. Turki berharap invasi Inggris datang melalui Kilikia atau Suriah utara. Ternyata dugaan Turki salah, serangan Inggris tidak melalui Kilikia atau Suriah utara tetapi melalui selat.
![]() |
| Turki menggunakan parit-parit untuk berlindung |
Sebagian besar pengamat militer mengakui bahwa tentara Turki Ottoman di bawah Khalifah Utsmani adalah pasukan yang tidak berpendidikan. Mustafa Kemal akhirnya menyadari itu. Perang saat ini adalah sesuatu dari era yang berbeda dibandingkan ketika Kesultanan Ottoman berjaya pada dekade sebelumnya.
Menghadapi dua kekuatan industri militer besar (Inggris dan Rusia), Turki Ottoman hanya bisa mengandalkan serangan pada waktu menjelang fajar di mana para tentara dengan pedang di tangan maju untuk meneriakkan "Allahu Akbar!" tepat ketika para tentara Inggris dan Perancis menghujani dengan tembakan cannon dan senapan mesin.
Setelah menghadapai serangan 3 tahun berturut-turut dari Inggris dan Perancis (ditambah Mesir, Australia dan India) akhirnya pada 1918 Turki mengakui kekalahan. Selanjutnya pada 1921 Kekhalifahan Utsmani resmi berakhir.










No comments:
Post a Comment